geologi

semua tentang geologi dan ilmu pendukung nya

MENGENAL AKUIFER

Leave a comment

Mencari Air : Mengenal Akuifer

http://rovicky.files.wordpress.com/2006/08/water.gif?w=151&h=213

Mencari air itu gampang-gampang susah. Karena kita tidak tahu persis seperti apa kondisi bawah permukaan. Secara mudah dibawah ini akan dijelaskan lagi kondisi bawah permukaan dalam 4 Hidrostratigafi units (HSU)

:( “Pakdhe, bukan gampang-gampang susah. Tapi susah-susah gampang. Lah banyak susahnya sih …”

:D “Nah ini penjelasan dibuat oleh Thomas Triadi, seorang ahli geohidrologi yang sedang mengambil Doktor ilmu air”.

Air akan berada didalam tanah mengisi pori-pori diantara butiran-butiran, terutama butiran pasir. Selain pasir didalam tanah juga terdapat lempung yang kedap air.

Secara sederhana Thomas membaginya menjadi 4 yakni:

  1. Akuifer 1 atau sering disebut akuifer dangkal dengan muka airtanah umumnya mengikuti pola topografi, ke arah perbukitan (intermediate slope) akan semakin dalam, demikian sebaliknya semakin dangkal ke arah dataran (plains).
  2. Akuiklud sebagai lapisan penghambat air dan batas antara akuifer 1 dan akuifer 2
  3. Akuifer 2 atau sering disebut akuifer dalam dengan piezometric level sebagai garis imajiner airtanahnya.
  4. Akuifug atau lapisan kedap air.

Gambaran sederhana penampang muka tanah dan kandungan air.

Akuifer adalah lapisan yang mengandung air. Jadi dalam gambar diatas ada dua akuifer.

Kemudian apabila ada pembuatan sumur bor dimana lokasi tersebut terdapat mata air dan beberapa sumur gali bisa dilihat hubungan antara airtanah yang terambil melalui sumur bor maupun sumur gali di bawah ini.

Sumur gali akan memanfaatkan air yang berada pada lapisan akuifer 1, sedangkan sumur bor akan mengambil airtanah dari lapisan akuifer 2 selama pemasangan saringan/screen dari sumur bor berada pada lapisan akuifer 2. Tentunya pembuat sumur bor akan  memilih airtanah dalam yang lebih bagus secara kualitas dibandingkan airtanah dangkal dan secara kuantitas tidak mengganggu airtanah dangkal. Ada aturan bahwa pengeboran untuk airtanah dilakukan minimal 30 m untuk menjaga ketersediaan airtanah dangkal.

Kemudian untuk kaitan dengan mata air dengan melihat ilustrasi di bawah ini bahwakemungkinan keberadaan mata air ini juga merupakan muka airtanah yangterpotong topografi dan muncul ke permukaan, sehingga tidak ada hubungannya dengan airtanah dari sumur bor.

Semua ini hanya penjelasan singkat dan sederhana, sehingga diperlukan studi lebih mendalam mengenai kondisi geologi dan hidrogeologi daerah tersebut dan tidak bisa disamakan dengan daerah lain.

:( “Waduh Pakdhe, kondisi geologi yang rumit itu seperti apa ?”

:D “Yo ntar didongengkan terpisah ya Thole”.

Secara mudah kita tahu bahwa ada dua jenis air tanah, yaitu air tanah dangkal dan air tanah dalam. Kedalaman air ini yang tentusaja tidak sama untuk setiap daerah. Namun air tanah dalam seringkali berada pada kedalaman dibawah 30 meter.

 

Copyright from Dongeng Geologi by Rovicky Dwi Putrohari

Author: yudisbayu

saya adalah mahasiswa dari salah satu universitas di Jawa Tengah dengan jurusan Teknik Geologi sebagai ilmu yang dipelajari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s